Pendakian Gunung Ungaran Bagi Pemula
Hallo para Pendagung,
Kenapa saya menulis Pendagung? pasti kalian bertanya tanya, atau mungkin tidak wkwk. Itu bukan "Pedagang Jagung" atau "Perkedel Gulung" yak guyss wkwk, itu sebutan dari saya untuk para "Pendaki Gunung" biar beda aja wkwk.
Untuk lebih akrab, perkenalkan nama saya Wahyu Eko Prasidya biasa dipanggil Eko, seorang mahasiswa dari salah satu Universitas di kota Semarang. Saya suka dengan petualangan alam, mulai dari gunung, sungai, laut, dan pantai. Banyak tempat di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta yang sudah pernah saya kunjungi. Itu saya lakukan karena saya orang yang "Gabut" itu sebutan dari anak anak jaman sekarang wkwk, yang diartikan badmood, bete, atau bingung mau ngelakuin apa apa wkwk. Maka dari itu saya pergi mencari sesuatu yang baru dengan berpetualang. Cukup yak untuk perkenalannya guyss wkwk.
Saya akan mulai membahas mengenai Gunung Ungaran, terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan memiliki ketinggian 2050 Mdpl (Meter Diatas Permukaan Laut). Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini dari para pendaki guyss. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus untuk waktunya saya kurang tau. Sampai saat ini, diperkirakan Gunung Ungaran sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu waktu dapat aktif kembali. Itu dia profil singkat dari Gunung Ungaran, bagaimana menarik bukan?
Kemudian saya akan membahas perlengkapan dan kebutuhan yang harus dibawa saat akan naik gunung bagi para Pendagung pemula yang masih awam pendakian wkwk. Untuk perlengkapan sendiri itu yang utama menurut saya adalah
*Jaket, yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Seperti yang kita ketahui udara digunung itu sangat dingin. Pilih jaket yang nyaman, mudah menyerap ketingat, dan juga tidak mudah basah apabila terkena embun atau hujan.
*Tas carrier yang minimal ukuran 70liter. Tas ini berfungsi untuk tempat membawa peralatan atau kebutuhan yang lainnya. Dan jangan lupa apabila membawa baju ganti, masukan terlebih dahulu ke dalam tas plastik agar tidak basah. Atau jika low buget dapat menggunakan tas ransel sekolah, tetapi ingat buku-buku pelajarannya tidak perlu dibawa juga wkwk. bercanda yak wkwk
*Perlengkapan memasak, seperti kompor, gas kecil (bentuknya seperti botol), dan juga nesting. jangan lupa membawa korek api dan juga mengisi gas terlebih dahulu.
*Tenda apabila ingin "Ngecamp" tentu saja jangan sampai kelupaan yang satu ini. Tenda ini ada ukurannya sendiri, saya biasanya menggunakan tenda yang ukuran Dome 4-5. Itu muat untuk menampung 4 orang dengan badan ukuran ideal.
*Selimut, gunakan saja Sleeping bag seperti kantong tidur dan nyaman digunakan untuk tidur, sehingga tidurpun nyenyak tenaga pun kembali lagi wkwk apaan sih gak jelas wkwk maaf maaf.
*Matras, digunakan sebagai pengganti tiker bentuknya sepeti sajadah untuk sholat dan biasa berwarna hitam yang berfungsi sebagai alas.
*Obat-obatan pribadi
*Senter, atau alat penerangan yang dapat menerangi gelapnya malam, tetapi tidak dapat menerangi hati mu wkwk.. apalagi ini wkwk.. Becanda yak wkwk.. Untuk perlengkapannya cukup sepertinya, itu perlengkapan yang utama menurut saya digunakan apabila ingin pendakian "Ngecamp"
Untuk kebutuhan yang perlu dibawa adalah
*Air Mineral botol yang ukuran besar minimal per orang membawa 2 botol.
*Makanan cepat saji atau makanan instan seperti mie instan atau mungkin sereal yang mudah dibuatnya.
*Cemilan cemilan untuk mengganjal saat sedang lapar
*Roti juga untuk mengganjal lapar dan agar praktis untuk dikonsumsi.
*Kopi ataupun susu dalam kemasan sekali buat, untuk menghangatkan tubuh.
Itu merupakan kebutuhan yang biasa saya bawa saat mendaki, mungkin ada kebutuhan atau perlengkapan yang lain yang perlu di bawa silahkan dibawa saja. Asalkan tidak merepotkan diri sendiri dan orang lain wkwk...
Sebelumnya, pendakian itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu
Pertama yang saya kenal dengan nama "Tiktok" ini bukan kita naik gunung sambil main Smartphone untuk membuat video yang biasa di mainkan anak-anak jaman sekarang dari aplikasi itu yak yang membuat gerakan-gerakan gak jelas wkwk. Yak, "Tiktok" ini sebutan untuk pendakian yang sekali jalan atau sebutan gampangnya naik samapi puncak dan setelah sampai puncak langsung turun lagi. Gunungnya pun yang relatif pendek berkisar kurang dari 2500 Mdpl. Jadi pendaki dalam waktu 1 hari saja melakukan pendakiannya. Biasanya ini dilakukan oleh orang orang yang memiliki fisik, kesehatan, dan kekuatan yang luar biasa. Dan juga untuk menghemat waktu, karena terlalu sibuk. Saya pun pernah melakukan hal seperti ini, bukan karena saya sok sibuk wkwk. Tapi karena saya "Gabut" wkwk... Tapi semua itu diawali dengan niat yak.. Kalau semua diawali dengan niat pasti semua bisa dilakukan.
Kedua yang saya kenal dengan nama "Ngecamp", sepertinya sudah pada tau yak, yaitu pendakiaan yang dilakukan dengan membangun tenda di suatu lokasi. Mau ditengah perjalanan atau mau langsung membangun tenda di atas puncak gunung. Jika di Gunung Ungaran sendiri para Pendagung itu membangun tenda di sekitar Kebun Teh Peromasan. Karena di tempat tersebut banyak tempat yang landai dan sangat luas. Bagaimana, mau memilih pendakian yang mana nih? Saran aja yak, bagi Pendagung pemula sebaiknya memilih pendakian yang "Ngecamp". Agar dapat menghemat tenaga dan dapat menikmati pemandangan gunungnya lebih lama, kan baru pertama naik gunung wkwk...
Jalur pendakian untuk sampai ke puncak Gunung Ungaran yang saya ketahui hanya ada 3, yaitu jalur Mawar Camp/Sidomukti, Gedong Songo,dan Peromasan/Medini. Yang lebih dilalui adalah jalur Mawar Camp/Sidomukti. Perjalanan dari Semarang menuju Mawar Camp/Sidomukti kurang lebih sekitar 1-1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor yang berkecepatan rata rata 40-60km/jam dan tergantung juga yang mengendarainya wkwk. Dari Semarang lalu masuk ke Kawasan Bandungan kemudian mengikuti jalan tersebut sampai Pasar Jimbaran. Di depan Pasar itu terdapat seperti gang, yang terdapat papan petunjuk jalan "Umbul Sidomukti" kemudian masuk saja ikuti papan petunjuk jalan apabila ingin menuju ke Mawar Camp. Warga disekitar itu sangat inisiatif dan kreatif dengan membuatkan papan petunjuk jalan yang sangat memudahkan bagi para "Pedagung". Terima kasih warga disana yang telah berbaik hati hehe... Karena dalam perjalanan menuju Mawar Camp melewati beberapa objek wisata. Nanti akan dikenakan biaya
retribusi untuk kendaraan sepeda motor sebesar Rp.3000,- dan untuk perorang
Rp.2000,-. Apabila tidak ingin membayar retribusi tersebut, datang saja di
waktu malam hari sekitar pukul 21.00. Aduh ketahuan, kayanya saya banget itu wkwk. Gak modal wkwk. Bukan seperti itu maksudnya, hanya berhemat saja wkwk.
Kembali lagi ke topik, setelah melakukan pembayaran jalanan yang
akan dilalui sangatlah ekstirm, karena berupa tanjakan yang tajam dan juga
berkelok kelok. Untuk itu persiapkan terlebih dahulu kendaraan anda sebelum
naik ke Gunung Ungaran melalui jalur Mawar Camp. Letak Mawar Camp ada di paling
atas jalan. Dari Pasar Jimbaran ke Mawar Camp memerlukan waktu kurang lebih 30
menit. Bagaimana deskripsi rute perjalannannya dari kota Semarang menuju Mawar Camp? cukup mudah bukan untuk menuju ke lokasinya wkwk.
Setelah tiba di Mawar Camp, akan dikenakan biaya retribusi lagi sebesar Rp.3000,- per orangnya dan Rp.5000,- untuk parkir sepeda motor. Yang diperoleh setelah membayar biaya retribusi tersebut adalah tiket masuk pendakian, denah pendakian, dan juga tiket parkir (tiket parkir jangan sampai hilang) karena akan ditunjukan kembali saat akan meninggalkan lokasi Mawar Camp. Sebelum melakukan pendakian di Mawar Camp terdapat warung warung makanan yang dapat kita temui. harga makanannya berkisar antara Rp.10.000,- sampai dengan Rp.15.000,- untuk paket makan+minuman. Bagaimana cukup murah bukan untuk tujuan wisata wkwk.. Kalo saya suka yang murah-murah apa lagi kalo gratisan wkwk.. Bercanda yak wkwk.. Semua retribusi yang dibayarkan oleh pengunjung pastinya untuk penunjang pengelolaan fasilitas disana, agar para pengunjung nyaman dan terpuaskan. mantapp kan argumen saya wkwk
Kita lanjut kembali ke topik, sebagai Pendagung atau sebelum memulai kegiatan sebaiknya kita awali dengan doa. Agar dalam melakukan Pendakian samapi puncak dan kembalinya turun dari puncak diberi keselamatan.
Waktu pendakian yang menurut saya menyenagkan adalah saat malam hari karena sinar matahari yang tidak panas, dan juga udara yang dingin sehingga tidak mudah capek. Saya sebenarnya orang yang penakut tetapi karena saya ingin merasakan hal hal yang baru maka dari itu saya memberanikan diri. Sebenarnya karena dipaksa ikut teman ,makanya saya ikut wkwk.. bercanda yak wkwk.. Saya dan beberapa teman teman pernah melakukan pendakian dari Mawar Camp pukul 00.30 dan suasananya sepi hanya 1-2 kelompok pendaki yang kami temui. Dan pada saat itu saya di minta untuk menjadi penunjuk jalan, kalian dapat membayangkan bukan bagaimana takutnya saya saat itu wkwk..
Gunung Ungaran seingat saya terbagi menjadi 3 Pos. Jarak dan waktu tempuh setiap Posnya berbeda beda. Kita mulai saja yak track dari Mawar Camp sampai menuju Pos 1 memerlukan waktu kurang lebih 30 menit, tergantung kekuatannya nikmatin perjalanannya aja. Track jalan yang dilalui pun masih terbilang mudah sedikit landai dan ada tumpukan tumpukan bebatuan yang harus dilalui.
Terus lanjut ke Pos 2 ini memakan waktu yang lumayan lama karena medan jalan Tracknya yang landai sampai dengan Sungai. Saat tracking kalian dapat menikmati pemandangan berupa lembah dan jurang yang masih asri dipenuhi dengan lebatnya pepohonan. Selain itu, dapat menikmati juga dinginnya air sungai yang dilewati. Biasanya para Pendagung istirahat di sungai itu, merasakan dingin dan segarnya air yang jernih untuk mencuci kaki atau membasuh muka. Setelah melewati sungai, medan mulai berubah. Jalan mulai menanjak dan berbatu. Jarak tempuh dari Pos 1 ke Pos 2 sekitar 45 menit sampai 1 jam.
Setelah sampai di Pos 2, kita diberi pilihan mau lewat hutan atau melewati kebun teh Peromasan. Jika memilih jalur hutan, jalan tracknya lebih susah tetapi lebih cepat sampai ke Pos terakhir. Saya biasa memilih jalan yang melewati kebun teh Peromasan karena jalan tracknya lebih mudah walaupun memakan waktu yang cukup lama. Sebelum sampai di kebun teh, kita nanti akan melewati seperti bangunan yang terdapat mata air yang sangat jernih yang airnya dapat lansung diminum. Terdapat juga kolam renang yang jarang digunakan, soalnya kolamnya tidak meyakinkan dan berlumut. Lanjut tracking masuk lagi kekawasan objek wisata Peromasan dan harus membayar retribusi lagi sebesar Rp.3000,- per orangnya. Setelah membayar akan ada pertigaan didepan, ambil jalur kiri untuk menuju kebun teh. Disana juga sudah ada papan petunjuk arah yang dibuat untuk memudahkan perjalanan, jadi jangan takut jika nyasar wkwk..
Setelah sampai di kebun teh Peromasan semua lelah akan terbayarkan, karena pemandangan yang sangat indah. Tempat ini biasa digunakan untuk berfoto cocok buat kalian yang suka huntting foto. Pastinya tidak akan menyesal wkwk.. setelah berfoto foto ria, lanjut lagi yak perjalananya. Terdapat pertigaan lagi disitu,ambil lagi jalan yang kekiri, yang jalannya nanjak pokoknya wkwk. seperti yang saya ceritakan di awal tadi, kebun teh ini digunakan untuk "Ngecamp" para Pendagung sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Karena saya dan teman teman memiliki tenaga yang kuat karena kami berjiwa muda wkwk sok sokan banget yak? wkwk
Setelah melewati kebun teh, kita memasuki hutan yang masih lebat dengan semak semak dan ilalang ilalang yang dapat membuat gatal kulit, maka dari itu gunakanlah lotion. Tracknya mulai susah karena jalan yang kita lewati adalah jalan air, sehingga sempit dan berbatu. Tenaga mulai terkuras disini. Maka dari itu, banyak para Pendagung yang beristirahat dan membanggun tenda di kebun teh Peromasan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke Pos 3 atau Pos terakhir ini kurang lebih 1,5 jam sampai 2 jam. Untuk itu persiapkan terlebih dahulu tenaga kalian wkwk.
Di Pos terakhir ini saya dan teman teman gunakan untuk mengisi tenaga terlebih dahulu, karena track yang dilalui setelah Pos 3 ini sangat susah, terjal, dan juga licin. Banyak bebatuan yang berlumut. Kami mengisi tenaga dengan makan makanan yang sangat mudah dibuat dan praktis seperti mie instan, roti, dan juga tak lupa minuman penghangat tubuh seperti kopi atau susu. Hanya makanan dan minuman seperti itu saja yang dapat membuat kami semangat mendaki sampai puncak.
Setelah selesai mengisi tenaga, segera kami berkemas kemas. Tidak lupa sampah yang ada dikumpulkan dan diusahakan jangan sampai mengotori gunung, kita harus menjaga kelestariannya. Bagaimana? Bagus kan saya berargumen? wkwk.. Perjalanan berat menuju puncak baru akan dimulai wkwk.. Track setelah Pos setiap tahunnya pasti Track yang dilalui berubah ubah, karena jalan yang dilalui merupakan saluran air. Sehingga tanah akan tergerus dan menghasilkan Track yang kalian bisa rasakan sendiri wkwk.. Dalam perjalanan, jika beruntung akan dijumpai hewan hewan yang ada di gunung Ungaran seperti Monyet, berbagai macam jenis Burung, dan Musang, dan masih banyak hewan lagi. Jika kalian beruntung juga kalian akan menjumpai Ikan Paus di puncak wkwk... Tapi becanda wkwk...
Track terakhir ini sangat berbeda, didominasi oleh jalan bebatuan yang licin. Maka dari itu harus berhati-hati saat melangkah. Tentukan pijakan kaki mu wkwk...
Setelah sekitar 1 jam mendaki, terdapat seperti lapangan luas yang hampir jarang ditumbuhi pepohonan, hanya ditumbuhi oleh ilalang ilalang. Ilalang Ilalang tersebut apabila tepat mendaki saat bunga bunganya mekar akan terlihat indah, kalo tidak salah pada bulan bulan Februari- April. Cocok buat kalian yang suka hunting foto wkwk... Dari sini sudah nampak pemanandangan kebun teh yang dilalui tadi dan juga pemandangan Kota Ungaran tentunya.
Dari sini, sebentar lagi akan samapi di puncak. Mungkin sekitar 45 menit lagi jika yang naik saya wkwk... Lanjut lagi yak wkwk.. Nanti akan terlihat bukit yang ditumbuhi oleh pepohonan meskipun tidak banyak. Puncak berada di balik bukit tersebut. Track yang dilaluipun masih sama yang didominasi oleh bebatuan yang besar dan tersusun alami dengan indah.Setelah melewati pepohonan tersebut, dan melewati bebatuan satu lagi akhirnya samapi juga di Puncak Gunung Ungaran dengan ketinggian 2050 Mdpl.
Dengan wajah sudah tidak jelas bentuknya, bau keringat bercampur matahari (pulang-pulang pasti dimarahin mamaknya pasti wkwk...), dan tenaga sudah mulai habis kita semua bersuka cita. Yang saya rasakan setelah sampai di puncak adalah kebangaan. Setiap usaha dan setiap perjuangan pasti akan menuai hasilnya. Banyak pelajaran yang didapat saat kita mendaki gunung seperti ini, seperti melatih kepedulian anatra sesama manusia maupun dengan alam, kerja sama, tolong menolong dalam setiap perjalanannya. Perjalanan ini tidak akan pernah terlupakan, dan setiap perjalanan yang saya lakukan penuh dengan kenangan yang indah wkwk.. Jangan kapok kapok lagi ya teman teman, kita daki gunung yang lainnya wkwk..
Dan dari sini terliahat jelas pemandangan yang dapat dilihat dari berbagai sudut. Pemandangan yang paling indah adalah barisan gunung gunung yang ada di Jawa Tengah, sepetri Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo, Gunung Andong, Gunung Prau, bahkan jika cuaca sedang bagus, terlihat juga Laut Jawa. Nah itu dia, sedikit berbagi pengalalam saya mendaki Gunung Ungaran. Bagi kalian Pendagung jangan lewatkan mencoba Tracking ke sini. Gak akan pernah bosan dahhh wkwk.. maaf yak saya ketawa terus dari tadi wkwk..
Sekian dari saya, mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisannya. Mohon Kritik dan Sarannya yak.. Agar dapat menjadi pembelajaran untuk saya.
Ingat Cintai Alam Sekitarmu, maka Alam akan mencintaimu juga wkwk
Salam Pendagung
Terima Kasih










Komentar
Posting Komentar